DIY Tote Bag

Dari dulu pengen banget punya tote bag buatan sendiri. Cuman karena banyak yang dipengenin untuk dibuat akhirnya malah gak jadi , penyakit emak-emak kebanyakan maunya..

Berhubung ada katun jepang yang dibeli entah dari kapan dan belum diapa-apain akhirnya googling lah saya tutorial membuat tote bag yang ternyata gak sesulit yang saya bayangkan #versi saya pribadi lohh ya.. 
Tampilan halaman pertama google muncul lah beberapa tutorial nya. 

Ya ampyun mak itu tote bag yang dibikin membuat saiah kepengen lagi bikin dengan model lain.., langsung gatel bikin 2 tote bag dengan motif yang beda dan ukuran sedikit beda.  Dannnnn ini lah hasilnya :


Yang mau bikin silahkan.. Saya belajar dari blog ini http://www.craftbuds.com/tutorial-totes-big-and-small/




Permainan edukatif

Mengenalkan permainan edukatif untuk calief bagi saya itu membantu banget, apalagi sekarang sudah banyak jenis mainan edukatif yang bagus-bagus dari produk lokal dan import,  Kenapa buat saya ngbantu banget? Selain untuk melatih motorik , melatih calief untuk mengenal bentuk dan warna.

Sudah banyak banget jenis permainannya, saya memilih 2 jenis mainan puzzle huruf/angka dan memasukan balok ke tempatnya, dann calief pun excited main. 

Tidak melulu dengan mainan, dari brosur-brosur saya mengenalkan huruf, angka dan warna. 
Berhubung calief sangat tertarik dengan brosur-brosur , jadi saya jadikan media nya. 

Dari mainan mobil-mobilan nya juga saya jadikan media untuk mengenalkan warna, menghitung ban, kaca mobil dll dari bagian mainan mobil. 

Terus sekarang calief sudah bisa menyebutkan huruf / angka dong? Belum.., saya gak pernah paksakan calief untuk bisa menghafal huruf atau angka. Saya hanya mengenalkannya, buat saya usia calief adalah usia dimana ia mengeksplore dan bermain. 

Apapun yang disekitar bisa dijadikan media untuk bermain, kenapa nggak???

Terlambat bicara kah anak ku?


Yess, kalimat yang rasanya tuh gimana banget dengan melihat kenyataan apakah anak saya termasuk kedalam criteria tsb atau tidak? Kalo saya? Iya ngerasain “kalimat” itu, walau mungkin buat ibu-ibu yang lain masih cetek, tapi bagi saya itu kekhawatiran yang cukup membuat saya bertanya-tanya.
Disaat usia 19-22 bulan kata-kata mulai terucap dari anak, tapi nggak buat calief. Di usia tsb calief masih babbling , tidak jelas , bisanya hanya menyuruh dan kata “e..”, bilang tidak dengan ekspresi geleng-geleng kepala, bilang mau mengganguk, mengenal hewan yang paling dia hapal hanya “gajah” , alhamdulilah nya calief kalo dipanggil namanya pasti akan noleh, paham dengan perintah-perintah bisa dimintakan tolong, tapi tetep pengucapan untuk kata-katanya masih sangat jauh untuk usianya. Saya tetap yakin kalo calief akan lancar bicara, paling tidak ada kata-kata yang dia bisa ucapkan dengan jelas.
Saya tidak bisa bilang hal yang saya alami hal yang wajar, rasanya dapat mengenali psikolog anak dari awal lebih baik daripada terlambat untuk akhirnya disesali.  Akhirnya saya runut satu persatu apa penyebabnya dengan membaca beberapa referensi baik dari buku dan forum urbanmama.com.



Ada beberapa factor keterlambatan bicara :
1.    Kurang stimulasi permainan edukatif
2.    Jarang diajak ngobrol
3.    Terlalu banyak nonton tv
4.    Penggunaan bahasa 2-3 bahasa
Dari  4 faktor itu, calief berada di no.2, 3 & 4


Terlalu banyak nonton tv
Saya sebenarnya bukan tipe ibu yang “asal anak diem” jadi dikasi nonton tv. Tadinya saya pikir dengan calief menonton tv akan banyak mengenal perbendaharaan kata melalui tontonan yang sesuai dengan usianya,Ternyata saya salah.  Akhirnya Saya merubah kebiasaan nya menonton tv channel anak ke film dvd , dan memutuskan berlangganan tv kabel (hehehe lumayan lah ya jadi irit juga)
Saya tidak langsung menerapkan tidak boleh menonton tv ke calief karena pasti akan sulit untuk bekerjasama . Alternative nya saya alihkan dengan film dvd yang isinya kartun edukatif berbahasa indonesia dengan bertahap menghilangkan kebiasaan menonton tv channel anak .  alhamdulilah berhasil, calief justru akhirnya tidak lagi minta dinyalakan tv karena selama masa peralihan itu dvd yang saya putarkan hanya beberapa dvd yang ia bisa pilih sendiri. Dan saya pun mengalihkan nya ke permainan edukatif  seperti memasukan bentuk simetris kedalam box nya, dan puzzle angka dan huruf. Di tahap ini calief berhasil untuk mulai diajak berkomunikasi, sudah mulai menunjukkan akan adanya kata-kata yang akan ia ucapkan :D
 

Penggunaan bahasa 2-3 bahasa
Bahasa dirumah ada 2 yang sering didengarkan oleh calief “bahasa daerah dan bahasa Indonesia” sedangkan di sekolah “bahasa inggris” :D nahh gimana akan ada kata yang terucap sementara calief sehari-hari mendengarkan 3 bahasa  yang berbeda-beda. 


Jarang diajak ngobrol
Untuk hal ini calief bukan jarang diajak ngobrol, tapi lebih dibiarkan “manja” jadi tidak dibiasakan untuk meminta dengan mengucapkan apa yang ia minta, seperti contoh : minum susu , tanpa calief harus minta pun pasti kami akan membuatkan ia susu pada jam-jam dimana ia minum susu, sehingga membuat ia “malas” , ini pr banget buat saya karena saya harus rubah kebiasaan itu , dan ternyata dugaan saya benar. Di saat calief ingin minum susu ia hanya menunjuk box botol susu nya, tanpa mau mengucapkan satu kata pun. Saya ajarkan ia untuk mengucapkan kata susu, yang ada hanya nangis dan teriakan. Begitu terus sampai akhirnya ia mau mengucapkan kata “uu”

Setelah saya paham penyebab terlambat nya bicara pada calief, saya pun mengobservasi dengan membuatkan check list dan note 



  • Penguasaan bahasa , kata yang bisa diucapkan Gajah, ayah (dengan lafal tidak jelas), nggak , uu (susu)
  • Kemampuan & kekuatan otot mulut/rahang , Ini penting banget, jangan biasakan anak untuk mengunyah makanan yang halus / bubur seperti saat ia bayi, sejak usia 13 bulan calief sudah saya kenalkan dengan nasi (bukan bubur/nasi tim) , sayuran pun saya buat seperti layaknya makanan orang dewasa tapi dengan kematangan yang bisa dikunyah oleh calief, dan disaat makan saya ajari calief gaya mengunyah :D
  • Kemampuan mengunyah, meniup, menyedot dan menjilat, Mengunyah, menyedot dan menjilat tidak masalah, untuk meniup diawal-awal calief masih belum bisa membedakan antara meniup dengan menarik nafas. Akhirnya saya belikan balon saya ajari calief untuk meniup balon,
  • Sejak usia berapa disekolahkan, dan berbahasa apa, Sejak usia 18 bulan lebih calief sudah disekolahkan dengan pengantar berbahasa inggris , dan saya pun mulai merasa khawatir disaat usia nya 23 bulan tidak ada perkembangan apa-apa, tapi sekolah tetap berjalan sampai 5 bulan kedepan artinya sampai disaat usianya akan menginjak 2 tahun., dengan harapan sambil berjalan nya waktu dan bersekolah akan ada perubahan dari calief.
  • Berapa lama nonton tv, Sebelum pemberlakuan jam menonton, tv ditonton atau tidak , tidak boleh dimatikan oleh calief. Namun sejak diberlakukan nya jam menonton calief mulai mengerti untuk jam menonton tv, walau diawal-awal ada nangis dan teriakan dulu.
  • Dirumah ditemani siapa? Ada teman di lingkungan rumah?, Calief 24 jam bersama saya, dan tidak punya teman di lingkungan rumah
  • Kemampuan motorik, Lari, Jalan, Lempar, Tendang bola lancar oleh calief, namun untuk loncat masih belum bisa masih belajar :D

Sekarang disaat usianya genap 24 bulan alhamdulilah kata-kata yang diucapkan mulai jelas, dan mulai banyak bicara nya, setiap kata atau kalimat yang kita ucapkan akan direkam dan diulang oleh calief.

Akan cerita lagi nanti ya..


Liburan ke kebun binatang



Calief (2 tahun) | berhubung ayahnya sedang cuti jadi sekalian deh jalan-jalan ke kebun binatang ragunan,
dikarenakan bukan hari libur, jadi pengunjung ragunan juga tidak terlalu ramai. wah ragunan sekarang sudah beda banget ya dengan terakhir saya kunjungi (jaman SMP) ya iyalahh..

Tiket masuk nya pun sangat terjangkau bisa cek disini , Ini kali pertamanya calief kami ajak ke kebun binatang, tapi karena masih piyik banget jadi calief masih belum begitu ngeh dengan binatang, yang paling mudah untuk di ingat oleh calief hanya gajah dan calief pun gak bosan-bosan nya melihat gajah.

Yang jadi pelajaran buat mommy termasuk saya, bawalah stroller atau gendongan untuk yang masih bisa digendong. karena disaat mereka lelah ditengah jalan tidak semua areal ada bangku untuk duduk. sehingga mau tidak mau di gendong., untuk bekal minuman sudah saya siapkan untuk kami masing-masing, berikut topi dan payung kecil "lengkap ya" :D

Karena kami sampai di ragunan sebelum jam makan siang, jadi kondisi perut calief sudah kenyang saat sarapan. dan disaat jam makan siang, kami sudah selesai jalan-jalan di kebun binatang. menyenangkan sekali bisa mengajak calief berjalan-jalan ke kebun binatang.