Pendidikan usia dini (playgroup)



Calief (2 tahun 7 bulan) saya dan suami memutuskan untuk menyekolahkan calief , dengan pertimbangan agar bisa lebih bersosialisasi dengan teman seumurnya, karena dirumah tidak punya teman bermain dan setiap diajak bermain di playground umum lebih memilih bermain sendiri.

Walaupun sebelumnya calief sudah pernah saya ikutkan kelas bermain, tetapi karena terlambat bicara nya akhirnya saya memutuskan untuk tidak lagi ikut di kelas bermain, seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya. nah, sekarang disaat usianya dirasa cukup dan perbendaharaan kata mulai banyak kami memutuskan untuk mengikutkan calief di kelas playgroup.

Awal mengikuti kelas masih adaptasi dengan teman-teman sekelasnya, masih belum mau mengikuti kegiatan kelas jadi lebih senang bermain dengan mainan yang ada dikelas sendiri, dan saya pun masih ikut menemani di kelas. walaupun untuk anak-anak yang lain sudah bisa ditinggal oleh orang tua mereka.
oia, di sekolah calief untuk kelas playgroup sudah mulai ditinggal oleh orang tua, jadi orang tua tidak lagi menemani mereka saat kelas berlangsung. hanya diperbolehkan di satu minggu pertama join kelas. jadi PR saya adalah menyakinkan calief untuk bisa saya tinggal selama kelas berlangsung, selama satu minggu pertama saya menemani calief di kelas, saya tidak diperbolehkan jauh dari pandangan nya namun sesekali saya menghilang dan tangisan pun mulai terdengar.

Saya menyakinkan diri saya sendiri kalau anak saya pasti bisa melalui hari-hari dikelas dengan enjoy, begitu juga dengan ayahnya yang selalu menyakinkan saya kalau diawal-awal pasti akan ada drama. Setiap akan berangkat saya memberikan semangat untuk calief bahwa disekolah itu menyenangkan karena bisa bertemu dengan teman-teman dan bermain. bersyukurnya setiap akan berangkat selalu tidak menjadi masalah. hanya pada saat disekolah calief tidak mau saya hilang dari pandangan nya.

Di minggu kedua, saya sudah tidak menemani calief lagi di dalam kelas, hanya menunggu diluar. dan benar seperti dugaan saya, calief menangis sampai harus di gendong oleh gurunya. tapi tidak berlangsung lama.
Memang gak takut kalau nanti calief trauma ?? kalau saya nggak, selama saya yakin dan calief pun saya yakinkan kalau saya dan ayahnya bukan memaksa calief untuk bersekolah, lama-kelamaan calief mengerti tentang kegiatan rutin nya disetiap pagi. bahkan selalu menunggu untuk mengerjakan "craft" dari sekolah yang dikerjakan dirumah setiap akhir minggu.

Dan sekarang bertemu dengan teman-teman kelas nya adalah sesuatu hal yang menyenangkan, begitu juga bertemu dengan guru-gurunya.


Post a Comment

From Nessa