Sebuah pilihan bagi Ibu

Berawal dari cerita-cerita kecil antara saya dan adik saya tentang "motherhood" , menurut kita berdua pemahaman mengenai motherhood masih dianggap seperti pekerjaan yang ada di level bawah. Padahal ya.. menurut kita berdua ini termasuk pekerjaan yang job desc nya random banget. dan gak hanya melibatkan pekerjaan fisik , tapi juga perasaan. kebayang kan gimana kalo udah bawa-bawa masalah perasaan.

Dari obrolan kita berdua, perasaan disini tuh bukan hal yang menya-menye atau melow gimana gitu. tapi lebih kepada hal gimana kita sebagai ibuk bisa menata hati untuk menghadapi anak-anak. ibuk-ibuk pasti udah pada tau untuk masalah ini, dan menjadi pe-er banget untuk bisa menata pikiran.

Saya sendiri belum ada di phase seperti ibuk-ibuk lain yang punya tingkat kesabaran level tinggi, menata hati ala cinderella, Tapi saya sadari untuk bisa menata hati dan pikiran, seorang ibu juga perlu banyak belajar dari berbagai sumber bisa dari sharing session bersama ibuk-ibuk lain, membaca buku, mengobservasi anak sendiri dan menemukan jawaban dari permasalahan yang selama ini mengganjal. bisa juga dengan sharing bersama suami, walaupun mungkin suami tidak punya solusi untuk ini. tapi dengan menyampaikan apa yang menjadi dilema ibuk selama dirumah bersama anak perlahan bisa membuat suami memahami.

Pernah salah satu teman saya menceritakan bagaimana salah satu pemikiran sederhana dari teman nya mengenai motherhood. jadi singkat ceritanya teman saya bertemu dengan kolega nya dan di obrolan antara mereka berdua, kolega nya mengatakan "ohh.. jadi kamu dirumah punya kegiatan ya... aku pikir kamu dirumah tuh cuman ngurusin anak dan nunggu suami pulang kerja" disini memang tidak ada yang salah dari apa yang disampaikan oleh kolega teman saya itu, tapi seolah benang merah nya bagi teman saya itu, seorang wanita yang dirumah dan menyandang jabatan seorang ibu rumah tangga adalah sosok yang hanya melakukan pekerjaan dirumah and then nunggu suami pulang, padahal selain hanya melakukan pekerjaan rumah dan menunggu suami pulang, ibu-ibuk zaman now punya kegiatan yang banyak manfaat nya, ada yang punya usaha online / berdagang, ada yang memiliki keahlian dalam hal jasa yang gak harus selalu ada dikantor, bahkan gak sedikit ibu-ibuk yang bisa menghasilkan pendapatan dengan memberikan review dari beberapa produk atau mengisi content berita yang itu juga tidak harus dikerjakan di suatu tempat khusus bernama kantor.

Disini saya tidak mendiskreditkan seorang ibu bekerja, pada kenyataan nya juga banyak ibu-ibuk bekerja yang bisa berhasil menjalankan kedua peran nya sebagai ibu bekerja dan ibu rumah tangga. dont judge book by the cover saya rasa berlaku untuk umum, termasuk hal yang saya cerita kan diatas. dan bagi ibuk yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga juga termasuk saya tidak perlu berkecil hati , karena banyak hal-hal yang bisa kita kerjakan di rumah kan ya buk..., ada banyak event-event ibuk yang bisa kita ikutin dan menambah wawasan kita dan gak harus jadi mundur karena menjabat sebagai ibu rumah tangga. karena apapun profesi nya seorang ibuk tetap hanya dilihat sebagai ibuk bagi anak-anak.


No comments