Fashion minimalis



Siapa yang sudah nonton film dokumenter the minimalists? *norak ya..telatnya..*  pertama kali nonton film ini pun secara tidak sengaja karena ada suggest movie list yang muncul, dan bikin saya tertarik untuk nonton.

Satu kata aja sih yang terlintas di pikiran saya setelah nonton film dokumenter ini, "ternyata gw normal" *ngakak dulu yaaa.. 😀. Jadi sebenernya udah lama mempunyai pemikiran tentang konsep minimalis untuk lifestyle fashion. apalagi masih jaman ngantor yang saya tuh emang punya baju ya itu-itu aja paling cuman saya mix match aja. karena rada milih untuk beli baju yang sesuai dengan kriteria saya, karena tidak terlalu menyukai pakaian yang bukan katun, itu pun katun nya yang bagi saya memang akan awet untuk terus dipake. jadi rada nahan sebenernya untuk beli baju.

Dan karena saya tipe cuek jadi di jaman itu dimana teman-teman ngantor saya hampir pake baju ganti-ganti, saya cuman itu-itu aja. Film ini tuh wajib ditonton apalagi buat yang udah overload pemikiran nya tentang apa yang dimiliki tuh itu-itu aja (dalam hal fashion ya..), padahal kenyataan nya yang "pengen" dimiliki tuh ternyata udah punya.

saya pribadi pun bukan penganut manut metode minimalist, yang bisa saya ikutin ya saya terapkan. tapi jadi belajar dari metode minimalist ini, yang tidak hanya mengenai pakaian tetapi juga keseluruhan gaya hidup.

Jadi setelah nonton film dokumenter ini, jadi merasa pede karena apa yang sudah lama dijalanin tuh membuat diri sendiri lebih menghargai apa yang dimiliki. terus juga lebih ngrawat pakaian yang memang itu-itu aja supaya lebih awet dipake. Jadi gak akan aneh kalo photo di IG saya akan terlihat memakai pakaian yang sama 😀 .




Apalagi sejak mengenal  tone warna pakaian dan hijab yang cocok dengan warna kulit, dan diajarkan tentang konsep capsule wardrobe, makin bikin memilih lagi untuk membeli pakaian baru. Di film dokumenter itu juga terlihat kalo penerapan minimalis di kehidupan sehari-hari juga membawa pengaruh bagi mindset dan jiwa untuk lebih mensyukuri apa yang sudah dimiliki.

ternyata hal yang kita anggap sederhana bisa memberikan insight bagi diri kita sendiri untuk menjadi jiwa yang lebih baik., apalagi sekarang kita diajak untuk lebih bijak mengelola sampah dan essential things yang bawa dampak kurang baik seperti pemakaian gelas plastik, sedotan plastik, kantong belanja yang bukan reuseable. Termasuk dalam membeli pakaian baru yang hanya dibeli lalu menjadi tumpukan pakaian dan gak terpakai karena terlupakan atau merasa saat dibeli cocok lalu setelah dibeli merasa gak cocok, endingnya lemari jadi penuh, dan juga mempengaruhi sikap kita yang jadi impulsive dalam berbelanja.

yuk ahh lebih mindfulness diawali dengan hal sederhana yang bisa kita lakukan dulu. langkah kecil kita bisa memberikan manfaat yang banyak untuk sekitar.

Post a Comment

From Nessa